Senin, 23 November 2020

Antara Vlog dan Blog Jangan Bandingkan! Kombinasikan Saja

Banyak yang berkomentar sekarang ini blog sudah mulai menurun pembacanya dan banyak yang mulai beralih ke vlog? Benarkah? 

Ok, saya akan jawab beberapa hal yang terkait. 

katadata.co.id
katadata.co.id

Pertama, membandingkan dua media vlog dan blog jelas tidak adil. Kenapa? Lah, wong satunya untuk media menulis sementara vlog untuk video. Tapi, kalau digabungkan keduanya itu bisa makin dahsyat. Kalau mau membandingkan coba dua paltform yang sama misalnya antara Youtube dan Vimeo. Walaupun, jelas yang satu sepertinya lebih banyak peminatnya. Tapi kedepan, siapa yang tahu nanti suatu saat Youtube mulai tergeser dengan pilihan yang lain. Kasus blog misalnya ada banyak pilihan blogger, wordpress, kompasiana, dll. 

Kedua, ada benarnya juga tanpa melihat statistik penggunaan blog dan vlog, saya merasakan ada penurunan pembaca. Apalagi tingkat minat membaca negara kita masih memprihatinkan. Vlog misalnya di Youtube memang cukup menggairahkan. Terlebih budaya menonton di negara kita masih cukup tinggi, jauh sebelum kemunculan vlog, hiburan seperti menonton televisi masih mengalahkan hiburan misalnya dengan membaca karya sastra. Saya tidak akan jauh mengambil contohnya, cukup dikampung sendiri. Pulang dari sawah, menonton tv merupakan kenikmatan tersendiri bagi mereka dan itu saya menyaksikan secara langsung. Sekarang ini dimana smartphone dan kuota yang semakin murah, maka kehadiran vlog tentu menjadi alternatif tontonan bagi mereka. Apalagi pembuat konten vlog semakin semangat memproduksi karena iming-iming rupiah, makin banyaklah video yang beredar.

Ketiga, saya orang yang masih percaya budaya menulis akan terus ada hingga akhir zaman. Boleh saja blog hilang ditelan waktu, tapi untuk aktivitas menulis akan selalu tetap ada. Saya pernah bilang dalam suatu acara knowledge sharing, bahwa tradisi menulis sudah dilakukan ribuan tahun yang lalu, hanya medianya saja yang berubah. 

Keempat, saya tidak menampik, memang realitanya ada banyak konten-konten yang dulunya diblog dan saat ini mulai beralih ke vlog misalnya saja tema wisata, kuliner, resep, tutorial apapun itu temanya, dan masih banyak yang lainya. Mungkin ada beberapa tema yang tetap bertahan di blog seperti materi-materi pendidikan. Walaupun, saat ini materi-materi pendidikan pun ada beberapa yang mulai dibuat secara visual agar lebih menarik. 

Kelima, antara vlog dan blog itu, dua-duanya hanyalah media saja. Tapi, aktivitasnya yang paling penting. Dunia blog misalnya menulis. Dunia vlog mungkin kreativitas dengan konsep visual dan audio. Dua-duanya memiliki jalan masing-masing dan memiliki penikmatnya sendiri. 

Nah, sebagai penutup, hemat saya antara blog dan vlog itu jangan dibandingkan! Tapi, kombinasikanlah keduanya. Vlog kodenya bisa di embed ke blog. Sebaliknya vlog dalam deskripsi atau video bisa mencantumkan link/tautan menuju blog. Dua-duanya bisa berjalan seirama seperti buku saya dulu Dua Dunia Seirama (he...2). Menurut kawan-kawan pustakawan bagaimana?

Note: 
Untuk melihat secara live postingan blog di dunia setiap hari bisa akses disini:
https://www.internetlivestats.com/watch/blog-posts/

Untuk melihat statistik pemanfaatan media sosial seperti Youtube cek di APJII 2018 (2019 sepertinya belum keluar). 

3 komentar: